Selasa, 23 Juni 2015

 RANGKUMAN
MANAJEMEN PEMASARAN PENDIDIKAN
Disusun guna memenuhi tugas:
Mata Kuliah
Dosen Pengampu
:
:
Manajemen Pemasaran Pendidikan
Mu’minah, M. Pd. I







Disusun oleh:
Moh. Aba Falahi (342112020)
Kelas: T3A


PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM KI AGENG PEKALONGAN
2015


BAB 1
PENGANTAR M
ANAJEMEN PEMASARAN PENDIDIKAN

v  Pemasaran dalam pendidikan

Pengertian pemasaran pendidikan menurut Joseph adalah hasil aktifitas bisnis yang mengarah arus barang dan jasa dari produsen kepada konsumen yang mencakup pembelian, penjualan, transportasi, pergudangan.

Sedangkan menejemen pemasaran adalah bidang manajemen perusahaan yang menyangkut keputusan dan kebijakan yang berkaitan denagn aktifitas pemasaran dari perusahaan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam lembaga pendidikan agar suatu lembaga pendidikan dapat laku dipasarkan yaitu:

1.      Ada produk sebagai komuditas

2.      Produknya memiliki standar

3.      Memiliki pangsa, sasaran yang jelas

4.      Memiliki jaringan dan media

Selain beberapa hal tersebut ada pula cara yang dapat dilakukan dalam melakukan promosi

1.      Periklanan

2.      Promosi penjualan

3.      Komunikasi personal dan interpersonal

4.      Hubungan masyarakat

5.      Peralatan instruksional

6.      Corperate design

 

v  Menejemen Pemasaran Pendidikan

Ada beberapa tahap perkembangan konsep marketing yang digunakan oleh para pengusaha dalam menghadapi persaingan yaitu:
1.      Konsep produksi
2.      Konsep produk
3.      Konsep penjualan
4.      Konsep marketing
5.      Konsep responsibility
Ada beberapa proses manajerial pemasaran antara lain:
1.      Perencanaan
Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam membuat perencanaan pemasaran antara lain:
a.       Menentukan visi, misi, tujuan,
b.      Menganalisis ancaman, peluang  external lembaga pendidikan
c.       Mengetahui kecenderungan pasar
2.      Pelaksanaan
3.      pengendalian

v  Strategi Pemasaran Pendidikan

Secara umum strategi pemasaran jasa pendidikan diterapkan dalam konteks lembaga pendidikan secara keseluruhan, tidak hanya membutuhkan pemasaran eksternal, tapi juga pemasaran internal untuk memotifasi dosen atau guru atau karyawan administrasi dan pemasaran interaktif untuk menciptakan keahlian penyedia jasa.


1.      Produk jasa
Menurut kotler adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli atau dikonsumsi pasar sebagai kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan.
2.      Tarif jasa
Hal yang paling utama adalah bahwa keputusan penentuan tarif harus sesuai dengan strategi pemasaran secara keseluruhan.
3.      Lokasi pelayanan
Tempat juga penting sebagai lingkungan dimana dan bagaimana jasa akan diserahkan, sebagai bagian dari nilai dan manfaaat dari jasa.
4.      Promosi
Tujuan utama dari promosi adalah menginformasikan, mempengaruhi, membujuk serta mengingatkan pelanggan saran tentang perusahaan dan bauran pemasaranya.

BAB II
PENGERTIAN M
ANAJEMEN PEMASARAN

Ø  Definisi dan Peranan Manajemen Pemasaran

Pemasaran  adalah  suatu  proses  dan  manajerial  yang  membuat  individu atau kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak  lain atau  segala kegiatan yang menyangkut penyampaian produk atau jasa mulai dari produsen sampai konsumen.
Sedangkan pendapat beberapa ahli telah mengemukakan definisi tentang manajemen pemasaran yang kelihatannya berbeda meskipun sebenarnya sama, seperti
1.      Menurut Buchari Alma, Manajemen Pemasaran adalah merencanakan, pengarahan, dan pengawasan seluruh kegiatan pemasaran perusahaan ataupun bagian dipemasaran.
2.      Menurut Lupiyo Adi dikatakan bahwa Manajemen pemasaran adalah suatu analisis, perencana, pelaksanaan serta kontrol program-program yang telah direncanakan dalam hubungannya dengan pertukaran-pertukaran yang diinginkan terhadap konsumen yang dituju untuk memperoleh keuntungan pribadi maupun bersama.
Peranan pemasaran  saat  ini  tidak hanya menyampaikan produk atau  jasa hingga  tangan  konsumen  tetapi  juga  bagaimana  produk  atau  jasa  tersebut dapat memberikan  kepuasan  kepada  pelanggan  dengan menghasilkan  laba. Sasaran dari pemasaran adalah menarik pelanggan baru dengan menjanjikan nilai  superior, menetapkan  harga menarik, mendistribusikan  produk  dengan mudah,  mempromosikan  secara  efektif  serta  mempertahankan  pelanggan yang sudah ada dengan tetap memegang prinsip kepuasan pelanggan.

Ø  Arti dan Fungsi Manajemen Pemasaran 

Manajemen  pemasaran  adalah  suatu  usaha  untuk  merencanakan, mengimplementasikan  (yang  terdiri  dari  kegiatan  mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinir) serta mengawasi atau mengendalikan kegiatan pemasaran  dalam  suatu  organisasi  agar  tercapai  tujuan  organisasi  secara efesien  dan  efektif.    Di  dalam  fungsi  manajemen  pemasaran  ada  kegiatan menganalisis  yaitu  analisis  yang  dilakukan  untuk  mengetahui  pasar  dan lingkungan pemasarannya,  sehingga dapat diperoleh seberapa besar peluang untuk merebut pasar dan seberapa besar ancaman yang harus dihadapi.

Ø  Konsep Inti Manajemen Pemasaran

1.      Kebutuhan
Konsep  dasar  yang melandasi  pemasaran  adalah  kebutuhan manusia. Kebutuhan  manusia  adalah  pernyataan  dari  rasa  kahilangan,  dan  manusia mempunyai  banyak  kebutuhan  yang  kompleks.  Kebutuhan  manusia  yang kompleks  tersebut karena bukan hanya  fisik  (makanan, pakaian, perumahan dll.),  tetapi  juga  rasa  aman,  aktualisasi  diri,  sosialisasi,  penghargaan, kepemilikan.
2.      Keinginan
Bentuk  kebutuhan  manusia  yang  dihasilkan  oleh  budaya  dan kepribadian  individual dinamakan keinginan. Keinginan digambarkan dalam bentuk  obyek  yang  akan  memuaskan  kebutuhan  mereka  atau  keinginan adalah  hasrat  akan  penawar  kebutuhan  yang  spesifik.
3.       Permintaan
Dengan  keinginan  dan  kebutuhan  serta  keterbatasan  sumber  daya tersebut,  akhirnya manusia menciptakan  permintaan  akan  produk  atau  jasa dengan  manfaat  yang  paling  memuaskan.  Sehingga  muncullah  istilah permintaan,  yaitu  keinginan  menusia  akan  produk  spesifik  yang  didukung oleh kemampuan dan ketersediaan untuk membelinya.
4.      Produk (organisasi, jasa, ide).
Sejalan  dengan  munculnya  kebutuhan,  keinginan  dan  permintaan, perusahaan  berusaha  keras  untuk mempelajarinya, mereka melakukan  risetm pemasaran,  mengamati  perilaku  konsumen,  menganalisis  keluhan  yang dialami  konsumen,  mencari  jawaban  produk  atau  jasa  apa  yang  sedang disukai  atau  bahkan  produk  apa  yang  tidak  disukai,  dan  lain-lain. Dengan kegiatan  diatas,  akhirnya  perusahaan  dapat  menawarkan  segala  sesuatu kepada  pasar  untuk  diperhatikan,  untuk  dimiliki  atau  dikonsumsi  sehingga konsumen dapat memuaskan kebutuhan  sekaligus keinginannya,  sesuatu  itu disebut produk.
5.      Nilai Pelanggan 
Karena semua perusahaan berusaha menwarkan produk dan  jasa yang superior,  maka  konsumen  dihadapkan  pada  pilihan  yang  beraneka  ragam. Konsumen  membuat  pilihan  pembeli  berdasarkan  pada  persepsi  mereka mengenai  nilai  yang melekat  pada  berbagai  produk  dan  jasa  ini. Nilai  bagi pelanggan  adalah  selisih  antara  nilai  total  yang  dinikmati  pelanggan  karen memiliki  serta menggunakan  suatu  produk  dan  biaya  total  yang menyertai produk  tersebut.  salah.
1.      Memiliki komitmen jangka panjang, membutuhkan kerja sama tim, memperbaiki proses.
2.      Memperbaiki proses secara kesinambungan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan untuk karyawan.
6.      Pertukaran
Pertukaran  adalah  tindakan  untuk  memperoleh  barang  yang dikehendaki  dari  seseorang  dengan  menawarkan  sesuatu  sebagai  imbalan.
7.      Transaksi
Transaksi  adalah  perdagangan  antara  dua  pihak,  yang  paling  sedikit melibatkan  dua  macam  nilai,  persetujuan  mengenai  kondisi,  waktu  dan tempat.
8.      Hubungan
Proses  menciptakan,  memelihara,  dan  meningkatkan  hubungan  erat yang  semakin  bernilai  dengan  pelanggan  dan  pihak-pihak  yang berkepentingan  yang  lain  dengan  kata  lain  hubungan  adalah  praktik membangun hubungan jangka panjang yang memuaskan dengan pihak-pihak pelanggan, pemasok (supplier), penyalur (distributor), guna mempertahankan bisnis  jangka  panjang mereka.
9.       Jaringan
Jaringan  terdiri  dari  perusahaan  dan  semua  pihak-pihak  pendukung, pelanggan,  supplier,  distributor,  pengecer,  agen  iklan,  ilmuwan  dan  pihak lain yang bersama-sama dengan firm telah membangun hubungan bisnis yang saling menguntungkan.
10.  Pasar
Pasar terdiri dari semua pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan atau keinginan  tertentu  yang  sama,  yang  mungkin  bersedia  dan  mampu melaksanakan pertukaran untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan itu.
11.  Pemasar dan Calon Pembeli
Seseorang  yang  mencari  satu  atau  lebih  calon  pembeli  yang  akan terlibat  dalam  pertukaran  tersebut.  Calon  pembeli  adalah  seseorang  yang diidentifikasikan  oleh  pemasar  sebagai  orang  yang  mungkin  bersedia  dan mampu terlibat dalam pertukaran tersebut.

Ø  Filosofi  Manajemen Pemasaran

Ada  falsafah  yang  sebaiknya  digunakan  sebagai  pedoman  usaha pemasaran  ini  untuk  mencapai  pertukaran  yang  didambakan  dengan  pasar sasaran.  Pemberian  bobot  yang  harus  diberikan  pada  organisasi,  pelanggan dan  masyarakat  yang  berkepentingan  seringkali  saling  bertentangan. Sehingga  perlu  ada  landasan  dari  aktifitas  pemasaran  organisasi  tersebut. Dalam  Kottler, landasan  ini  dikelompokkan  dalam  lima  konsep alternatif antara lain:
1.      Konsep Produksi
Falsafah bahwa konsumen akan menyukai produk yang  tersedia dan harganya  terjangkau  serta  manajemen  harus  berusaha  keras  untuk memperbaiki  produksi  dan  efesiensi  distribusi.  Konsep  ini  adalah falsafah  paling  tua  digunakan  dalam  penjualan.
2.      Konsep Produk
Falsafah  bahwa  konsumen  akan menyukai  produk  bermutu  terbaik dan  sifat  paling  inovatif  dan  bahwa  organisasi  harus mencurahkan energi untuk terus menerus melakukan perbaikan produk.
3.      Konsep Penjualan
Falsafah  bahwa  konsumen  tidak  akan  membeli  produk  organisasi dalam  jumlah  yang  cukup  kecuali  organisasi  mengadakan  usaha penjualan dan promosi berskala besar.
4.      Konsep Pemasaran
Falsafah manajemen pemasaran  ini berkeyakinan bahwa pencapaian sasaran  organisasi  tergantung  pada  penentuan  kebutuhan  dan keinginan pasar  sasaran dan penyampaian kepuasan didambakan  itu lebih efektif dan efisien daripada pesaing. Kemungkinan konsep  ini membingungkan  bila  dibandingkan  dengan  konsep  penjualan.
5.      Konsep Pemasaran Berwawasan Sosial
Falsafah  bahwa  organisasi  harus  menentukan  kebutuhan,  keinginan dan  minat  pasar  serta  menyerahkan  kepuasan  yang  didambakan  itu secara  lebih  efektif  dan  efisien  daripada  pesaing  dengan  cara  yang bersifat  memelihara  atau  memperbaiki  kesejahteraan  konsumen  dan masyarakat. Konsep  ini mengajak pemasar membangun pertimbangan sosial dan etika dalam praktek pemasaran mereka. Hal  ini agar dapat menyeimbangkan dan menyelaraskan 3 faktor yang penting, yaitu: laba perusahaan, pemuas keinginan konsumen dan kepentingan publik.

BAB III
KONSEP DASAR PEMASARAN PENDIDIKAN

Ø  Konsep dasar pemasaran pendidikan

1.      Pengertian pasar, pendidikan
Ada komponen kunci untuk dijadikan bahan analisis untuk memahami konsep pemasaran pendidikan, yakni konsep pasar. Pasar merupakan tempat bertransaksi berbagai komoditas yang dihasilkan produsen dengan yang dibutuhkan.
Pendidikan adalah proses perubahan pola pikir, apresiasi dan pembiasaan manusia agar menjadi manusia. Dimana pendidikan merupakan suatu produk jasa yang dihasilkan dari lembaga pendidikan yang bersifat non profit. Pendidikan yang dapat laku dipasaran antara lain:
a.       Ada produk sebagai komuditas
b.      Produknya memiliki standar
c.       Punya pangsa yang jelas
d.      Punya jaringan dan media
e.       Adanya tenaga pemasar

Ø  Pengertian dan karakteristik jasa pendidikan

Kotler mengemukakan bahwa jasa adalah setiap tindakan atau kinerja yang ditawarkan oleh satu pihak pada pihak yang lainya secara prinsip tidak terwujud dan tidak menyebabkan kepindahan kepemilikan.
Sedangkan Zaithaml dan Bitner mengemukakan bahwa jasa adalaha seluruh aktifitas ekonomi dengan output selain produk dan pengertianb fisik, dikonsumsi dan diproduksi pada saat bersamaan.
Pemasaran dalam konteks jasa adalah sebuah proses sosial dan menejerial untuk mendapatkan apa yang dibutuhkan dan diinginkan melalui penciptaan penawaran, pertukaran produk yang bernilai dengan pihak lain dala bidang pendidikan.
Kotler mengemukakan beberapa karakteristik jasa antara lain:
1.      Tidak terwujud.
2.      Tidak terpisahkan, dimana jasa tidak dapat dipisahkan dari sumbernya yakni perusahaan jasa.
3.      Bervariasi
4.      Mudah musnah, jasa tidak dapat dijual pada masa yang akan datang.
Dengan melihat karakteristik tersebut, jasa pendidikan diterima setelah melakukan interaksi dengan penghubung yang sangat dipengaruhi oleh siapa, kapan, dan dimana jasa tersebut diproduksi. Hal ini menjelaskan bahwa keberhasilan pendidikan akan sangat bergantung pada siapa, kapan, dan dimana proses tersebut dilaksanakan.

Ø  Kepuasan pelanggan pendidikan

Giese dan cote yang dikutip oleh fandly dan gregorius mengemukakan tentang tiga komponen utama yaitu:
1.      Kepuasan pelanggan merupakan respon
2.      Respon tersebut menyangkut proses fokus tertentu.
3.      Respon terjadi pada waktu tertentu.
Secara singkat kepuasan pelanggan terdiri dari respon yang menyangkut fokus yang ditentukan pada waktu tertentu.
Kepuasan pelanggan dikemukakan berdasarkan:
1.      Contras theory yang berasumsi bahwa konsumen akan membandingkan kinerja produk actual dengan ekspektasi para pembelian.
2.      Asimilation theory menyatakan bahwa evaluai pembeli merupakan fungsi positif dan espektasi konsumen para pembeli.
3.      Asimilation contras,
Dalam konteks pendidikan kepuasan pelanggan dapat dilihat dari beberapa komponen, yakni
1.      Karakteristik barang dan jasa nama sekolah yang dikenal, staf pengajar yang kompeten dan hubungan dengan lembaga luar.
2.      Emosi pelanggan, motifasi siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar
3.      Biaya moneter, waktu, energi dan fisik
4.      Manfaat fungsional dan emosional
5.      Pelanggan lainya menyebarluaskan informasi


BAB IV
M
ANAJEMEN PEMASARAN PENDIDIKAN

ü  Definisi dan Peranan Manajemen Pemasaran

Pemasaran  adalah  suatu  proses  dan  manajerial  yang  membuat  individu atau kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak  lain atau  segala kegiatan yang menyangkut penyampaian produk atau jasa mulai dari produsen sampai konsumen.
Sedangkan pendapat beberapa ahli telah mengemukakan definisi tentang manajemen pemasaran yang kelihatannya berbeda meskipun sebenarnya sama, seperti
1.      Menurut Buchari Alma, Manajemen Pemasaran adalah merencanakan, pengarahan, dan pengawasan seluruh kegiatan pemasaran perusahaan ataupun bagian dipemasaran.
2.      Menurut Lupiyo Adi dikatakan bahwa Manajemen pemasaran adalah suatu analisis, perencana, pelaksanaan serta kontrol program-program yang telah direncanakan dalam hubungannya dengan pertukaran-pertukaran yang diinginkan terhadap konsumen yang dituju untuk memperoleh keuntungan pribadi maupun bersama.
Dalam bahasan tentang pengertian pemasaran telah dikemukakan bahwa inti penerapan  pemasaran  tidak hanya berorientasi pada peningkatan laba perusahaan atau  lembaga  semata-mata,  akan tetapi bagaimana menciptakan kepuasan bagi  para pengguna produk itu,  sebagai bentuk tanggung jawab kepada  stakeholder  atas mutu dari  setiap produk  yang dihasilkannya.
Kotler mendefinisikan Pemasaran sebagai suatu proses sosial dan manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain.

ü  Penerapan Pemasaran Pendidikan

Pemasaran pendidikan mempunyai 7 elemen pokok, yaitu :
1.           Product, merupakan hal yang paling mendasar yang akan menjadi pertimbangan preferensi pilihan bagi customer, merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada customer yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya.
2.           Price, merupakan elemen yang berjalan sejajar dengan mutu produk, dimana apabila mutu produk baik, maka calon siswa berani membayar lebih tinggi apabila dirasa dalam batas kejangkauan pelanggan pendidikan.
3.            Place, adalah letak lokasi sekolah mempunyai peran yang sangat penting, karena lingkungan dimana jasa disampaikan merupakan bagian dari nilai dan manfaat jasa yang dipersepsikan cukup berperan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan pilihan.
4.           Promotion, merupakan suatu bentuk komunikasi pemasaran yaitu aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk, atau mengingaatkan pasar sasaran atas lembaga dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang di tawarkan oleh lembaga tersebut.
5.           People, ini menyangkut peran pemimpin dan civitas akademika dalam meningkatkan citra lembaga, dalam arti semakin berkualitas unsur pemimpin dan civitas akademika dalam melakukan pelayanan pendidikan maka akan meningkat jumlah pelanggan.
6.            Physical evidence, merupakan sarana dan prasarana yang mendukung proses penyampaian jasa pendidikan sehingga akan membantu tercapainya janji lembaga kepada pelanggannya.
7.           Process, ini adalah penyampaaian jasa pendidikan merupakan inti dari seluruh pendidikan, kualitas dari seluruh elemen yang menunjang proses pendidikan menjadi hal yang sangat pentin untuk menentukan keberhasilan proses pembelajaran sekaligus sebagai bahan evaluasi terhadap pengelolaan lembaga pendidikan dan citra yang terbentuk akan membentuk circle dalam merekrut pelanggan pendidikan.

ü  Membangun Akuntabilitas Pendidikan

suatu organisasi/institusi dapat dikatakan akuntabel :
1)  Aspek transparansi (transparent)
Organisasi/institusi terbuka dan jujur mengenai semua tindakan/kegiatannya, mengenai alasan-alasan dibalik tindakan yang dilakukan dan mengenai dampak tindakan tersebut pada masyarakat dan lingkungannya.
2)  Aspek respon (responsive)
Tingkat respon organisasi/institusi pada berbagai hal yang menjadi perhatian/keinginan dari para stakeholder yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi, atau dapat dipengaruhi oleh bisnis/kegiatan organisasi/institusi.
3)  Aspek kepatuhan (compliant)
Kegiatan organisasi/institusi sesuai atau relevan dengan berbagai standar dan peraturan yang dimandatkan. Berbagai keterbatasan yang mungkin muncul ketika menilai/mengukur akuntabilitas suatu organisasi/institusi :
•  Masalah kebiasaan
Penilaian/pengukuran akuntabilitas biasanya dilakukan dengan menggunakan data organisasi/institusi yang dilaporkan kepada publik. Data ini disediakan oleh pihak organisasi/institusi. Beberapa organisasi/institusi belum/tidak terbiasa dengan proses keterbukaan pada publik, karena itu organisasi/institusi tersebut mungkin belum/tidak melaporkan semua praktek kegiatannya yang dapat berguna untuk pengukuran akuntabilitas.
•  Masalah kegiatan yang sengaja tidak dilaporkan.
Beberapa organisasi/institusi mungkin tidak dapat membuka beberapa informasi mengenai kegiatan mereka yang relevan dengan pengukuran akuntabilitas. Hal ini bisa disebabkan oleh karena alasan-alasan hukum atau berbagai alasan lainnya.
•  Masalah waktu pembuatan laporan.
Pada masa senggang yang terjadi berkaitan dengan persiapan laporan tahunan oleh organisasi/institusi banyak hal dapat terjadi. Data kinerja organisasi/institusi yang didapat dapat berbeda dengan kinerja organisasi/institusi yang terbaru.
•  Masalah media.
Dalam menilai akuntabilitas suatu organisasi/institusi terutama pada bagian kinerja operasional, sebagian dari pengukuran/assessment didasarkan dari liputan media. Media mungkin saja gagal dalam meliput hal ini atau terlau berlebihan dalam meliput terutama pada isu-isu kontroversial yang berhubungan dengan beberapa organisasi/institusi.
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu pasal 48 tentang Pengelolaan Dana Pendidikan, ayat 1 berbunyi “Pengelolaan dana pendidikan berdasarkan pada prinsip keadilan, efisien, transparansi dan akuntabilitas publik”. Selain itu Menteri Pendidikan Nasional juga membuat peraturan yang jelas dan rinci terkait transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana pendidikan di sekolah.
Tiga pilar utama menjadi persyaratan terbangunnya akuntabilitas.
Pertama, adanya transparansi dalam menetapkan kebijakan dengan menerima masukan dan mengikutsertakan berbagaiinstitusi.
 Kedua, adanya standar kinerja yang dapat diukur dalam melaksanakan tugas, fungsi dan wewenang.
Ketiga, adanya partisipasi untuk saling menciptakan suasana kondusif dalam menciptakan pelayanan masyarakat dengan prosedur yang mudah, biaya yang murah dan pelayanan yang cepat.
Tiga pilar utama akuntabilitas tersebut penting kiranya untuk dimiliki lembaga penyelenggaraan pendidikan sehingga pelayanan pendidikan bisa dipertanggung jawabkan kepada masyarakat

ü  Membaca Loyalitas Segmen Pendidikan

Loyalitas pelanggan adalah bahwa kesetiaan pelanggan diukur dengan frekuensi penggunaan kembali sebuah jasa. Kepuasan tersebut dapat juga diamati ketika pelanggan jasa menganjurkan atau bahkan mendesak orang lain untuk mengkonsumsi jasa tersebut. Jadi kesetiaan pelanggan dapat dilihat melalui prilaku pelanggan. Griffin mendefinisikan loyalitas sebagai suatu prilaku, yang ditunjukkan dengan pembelian rutin. Didasarkan pada unit pengambilan keputusan. Loyalitas lebih mengacu pada prilaku yang relatif stabil dalam jangka panjang dari unit-unit pengambil keputusan untuk melakukan kegiatan secara terus menerus terhadap program lembaga pendidikan yang dipilih.




BAB V
MEMBUAT IMAGE BAIK TERHADAP PENDIDIKAN

v  Publikasi santun dan sportifitas

Publisitas mencakup usaha untuk mendapatkan ruang editorial yang berbeda dari ruang yang dibayar disemua media yang dapat dibaca, dilihat atau didengar oleh konsumen.
Publisitas merupakan pemanfaatan nilai nilai berita yang terkandung didalam suatu produk untuk membentuk citra produk yang terkandung didalam suatu prodduk untuk membentuk citra produk yang bersangkutan.  Dibandingkan dengan iklan, publisitas  mempunyai kredibilitas yang lebih baik karena pembenaran baik langsung maupun tidak langsung dilakukan oleh pihak lain selain pemilik iklan.
Selain itu publisitas tidak dapat diulang ulang seperti iklan. Publisitas merupakan salah satu bagian dari konsep yang lebih besar yaitu hubungan masyarakat.

v  Keputusan keputusan dalam publisitas

Dalam menyusun kapan dan bagaimana memanfaatkan publisitas produk, Manajemen harus memutuskan hal-hal berikut :
1.      Menentukan tujuan publisitas
2.      Memilih pesan dan wahana publisitas
3.      Melaksanakan rencana publisitas
4.      Mengevaluasi publisitas
v  Membangun image building yang tepat
Citra ditumbuhkan melalui public relation dan marketing communication yang baik. Dalam membangun image (citra) yang tepat dibutuhkan promosi (komunikasi pemasaran) yang tepat pula dan promosi tersebut tak lepas dari public relation itu sendiri.
v  Image building yang tepat untuk pendidikan
Proses pembentukan citra positif di lembaga pendidikan membutuhkan waktu yang cukup lama. Citra lembaga pendidikan dapat dibangun melalui berbagai kegiatan hubungan masyarakat (humas)

BAB VI
LANGKAH-LANGKAH STRATEGIS PEMASARAN PENDIDIKAN
            Dalam pemasaran pendidikan, terdapat langkah-langkah strategis, yaitu identifikasi pasar, segmentasi pasar dan positioning, diferensiasi  produk, komunikasi pemasaran, pelayanan sekolah
            Segmentasi pasar yang paling umum dapat digunakan adalah aspek geografis, demografis, psikologis, dan perilaku. Kemudian tujuan dari strategi diferensiasi adalah mengembangkan positioning yang tepat sesuai keinginan konsumen poyensial yang hendak dituju. Diferensiasi produk dapat dilakukan pada form (bentuk)seperti  bentuk, ukuran, dan bentuk fisik lainnya. Keunggulan bersaing melalui diferensisasi produk adalah bagaimana perusahaan dapat menciptakan produk unik yang memberikan tingkat keuntungan di atas rata-rata yang mampu diraih oleh industry.
            Komunikasi pemasaran adalah sarana dimana perusahaan berusaha menginformasikan, membujuk dan mengingatkan konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung tentang produk dan merek yang dijual. Bauran komunikasi pemasaran terdiri dari 8 model komunikasi utama
1.      Iklan
2.      Promosi penjualan
3.      Acara dan pengalaman
4.      Humas dan publisitas
5.      Pemasaran langsung
6.      Pemasaran interaktif
7.      Pemasaran dari mulut ke mulut
8.      Penjualan personal
BAB VII
PENERAPAN MANAJEMEN PEMASARAN PENDIDIKAN
Manajemen pemasaran dewasa ini semakin diminati dalam semua jenis organisasi, di dalam dan di luar sektor bisnis dan di seluruh dunia termasuk di dalamnya lembaga pendidikan.
            Penerapan manajemen dalam bidang pemasaran meliputi kegiatan-kegiatan berikut ini.
a.       Perencanaan pemasaran, mencakup perencanaan di bidang produksi, pasar, dan pemilihan saluran pemasaran yang tepat dalam pendistribusian produk. Perencanaan produksi merupakan pertimbangan pertama dalam perencanaan pemasaran. Produk harus sesuai dengan kebutuhan pasar atau disesuaikan dengan permintaan para pembeli. Perencanaan pasar juga merupakan hal yang penting, karena dapat menggambarkan daerah yang dilayani untuk pemasaran, daya beli masyarakat, kebutuhan masyarakat, dan tingkat hidup calon pembeli.
b.      Pengorganisasian pemasaran yaitu meciptakan dan memelihara struktur organisasi penjualan yang baik, yang harus disesuaikan dengan keadaan perusahaan.
c.       Penggerakan pemasaran, antara lain:
·         mendorong pegawai dan tenaga penjual melakukan tugasnya dengan sebaik mungkin,
·         kepemimpinan yang kuat dan menyenangkan,
·         supervisi serta pengawasan yang baik dalam kegiatan pemasaran,
·         sikap manajer dan pegawainya dalam melayani pemasanan,
·         komunikasi yang baik dalam kegiatan pemasaran.
d.      Pengawasan pemasaran, artinya pengawasan terhadap seluruh usaha-usaha pemasaran. Untuk melaksanakan pengawasan, diperlukan data-data dan informasi yang lengkap dan objektif. Selain itu pengawasan hendaklah disertai pula penilaian atas hasil-hasil yang diperoleh akibat penerapan manajemen yang efektif dan efisien di bidang pemasaran.
Adapun fungsi pemasaran meliputi kegiatan penjualan, pembelian, pengangkutan, penyimpanan, penentuan standar, pembiayaan, penanggungan risiko, pengumpulan dan keterangan pasar















Tidak ada komentar:

Posting Komentar